6 Tahun Perjalanan Bramanta Wijaya

0
foto-foto: ade_oyot

Bramanta Wijaya salah satu desainer yang tergabung dalam IFC chapter Semarang merayakan 6 tahun berkaryanya dengan menggelar show tunggal.

Fashion show digelar di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Rabu (20/12) dengan mengambil tema Faithfully.

Benang merah Faithfully adalah glamorama berbalut romantisme dari keindahan tubuh seorang wanita dalam balutan gaya khas Bramanta Wijaya yaitu simple but not plain, classic but not old.

Sehingga terlihat tampilan koleksi musim panasnya bergaya sederhana dan artistik yang masih sesuai dengan garis rancangnya.

Faithfully masih mengusung ciri khas tabrak motif lace khas Bramanta Wijaya. Di beberapa rancangannya hadir teknik bordir untuk menciptakan custom lace sebagai ekspresi kebebasan. Meski sarat dengan napas 1930an, Bram turut menggabungkan sentuhan modern sebagai penguat rangkaian koleksi tersebut.

Di era 30-an itu, keindahan setiap busana yang tercipta terkenal dengan garis rancang nan feminin atau romantis. Sebab, jika membandingkan dengan busana era 20-an, banyak dari koleksi yang tercipta lebih memiliki cuttingan longgar yang mungkin tidak bisa mengekspos tubuh wanita yang indah itu sendiri

Perpaduan antara material ringan dan luxorious laces melebur satu dalam siluet yang dipadupadankan yang terdiri dari low back, capes, cloak, dan beragam gaun panjang nan romantis.

 Terlihat era “the Great Depression” dikawinkan dengan detail halter neck, fringe, dan ostirch fur membuat nafas klasik dari Faithfully menjadi lebih modern. Pada koleksi ini Bramanta Wijaya mengajak para wanita untuk menikmati keindahan mimpi, merayakan kenangan bahagia, dan lamunan akan kecantikan melalui 16 gaun yang sangat memperlihatkan keunggulan workmanship.

“Koleksi yang saya tampilkan merupakan ciri dari garis desain saya berupa perpaduan lace dan tile,” kata Bramanta saat ditemui sebelum show.

Aneka koleksi bernuansa putih terlihat  glamor dan melahirkan  kemewahan dari tahun 1930an terlihat jelas dari penampilan gaun-gaun  koleksi Spring/Summer 2018.

Dalam koleksi yang dihadirkan, terlihat Bramanta lebih spesifik mengambil ide busana dari masa kejayaan Hollywood yang glamor.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here