Moms Taste nan Berselera

0

Berbusana tak hanya menempelkan baju ke tubuh. Pilihan berdasar selera, musim maupun asa memperlihatkan kepribadian adalah upaya optimal menegakkan diri dan identitasnya.
Para desainer senior yang juga merupakan pendiri HMC (HIjaber Moms Community) coba menyatukan daya kreasinya. Ada asa yang ingin ditawarkan kepada khalayak, bahwa berbusana adalah sarana para ibu dalam memperlihatkan cita rasa maupun identitas diri.
Tiwikrama ini dilakukan oleh desainer Hannie Hananto, Irna Mutiara, Najua Yanti, dan Monika Jufry. Di tengah show yang didesain bagai persiapan peragaan hingga pematutan dalam awasan desainer dan juga pemotretan langsung dari para model yang berpentas, keempat desainer ini pun meluncurkan pilihan ragam busananya di Muslim Fashion Festival (Muffest) di Plenary Hall, JCC, pada Sabtu, 21 April 2019.


Hannie Hananto dengan brand Anemone dalam tema Muslimah United memberi pesan bahwa hijab adalah sarana muslimah untuk mensyiarkan Islam dari diri, keluarga, hingga membangun kepribadian Islam. Hannie menggunakan bahan kaftan lewat teknik cutting pada outer maupun blus yang berukuran all size. Para pengguna kreasinya akan terbawa pada era 70-an nan klasik, namun tetap tampil dalam kepribadian youngish, fun, cute, colorful berkat pilihan warna yang ramah, matang, seperti kuning, hitam-putih.

Sessa by Monika Jufry memperlihatkan ragam busananya dalam tema “Splash”. Ia mencari inspirasi dari sisi terrarium yang artistik berkat dihidupinya flora ini oleh percikan air. Bagaikan suatu perbuatan sekecil zarrah (atom), namun amalan itu akan memberi pengaruh yang baik untuk diri sendiri maupun orang lain yang dikenainya.
Lewat bahan organza, satin, creepe sateen, tule, dan sifon georgette, dalam pendar warna navi blue, abu-abu (grey) dan beige, busana muslim besutan Monika tampil simpel dan elegan.


Adapun pemenang Rancang Busana Anak tingkat Nasional yang diadakan PP Aisyiyah, Najua Yanti, mendesain busana pada Muffest ini dalam tema “Going Baby Going New York” lewat Bellabaric by Najua. Dalam pesona gaya urban New York, Najua menarasikan busana feminin kasualnya dalam pilihan aneka warna: abu-abu terang dan gelap, dominasi warna kuning dan biru laut, yang berlambar pada bahan kain katun, duchess satin.
Maka terciptalah busana dalam cutting simpel dan longgar, dengan paduan outer dan jaket panjang serta pemanis tampilan berupa tas dan jaket panjang plastis, yang seirama dalam kesibukan megapolitan New York.


Terakhir, IM Syari by Irna Mutiara memaparkan busana muslim dengan jilbab lebar. Gaya yang diberi tema “Utsubo-Sei” bermakna keteguhan, yang direfleksikan dari siluet garis H (H-line) dengan unsur watrna abu-abu (ash), putih, dusty pink dengan aksen hitam. Detail busana yang simpel terpapar pada pilihan bahan polyester, voile, dan jaring sebagai pemanis dan detail.
Wakhid

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here