Aneka Tenun Nusantara Membuka Fashion Show JFFF 2019

0
Fashion show JFFF dibuka dengan  Cita Tenun Indonesia (CTI), yang mengambil  tema Jalinan Lungsi Pakan. Acara pembukaan berlangsung pada Kamis (15/8), di Harris Hotel, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
     Dalam shownya kali ini, CTI menampilkan desainer-desainer yang kesemuanya menggunakan kain tenun dari berbagai daerah di Indonesia dalam rancangan koleksinya, mereka adalah Eridani menggunakan tenun Sulawesi Tenggara, Yogie Pratama menggunakan kain tenun Sambas, Didi Budiardjo menggunakan kain tenun Tidore Serta pemenang Next Young Promising Designers tahun 2018 yakni Koko Rudi yang menggunakan kain tenun Bali dan tenun polos serta Enrico Marsall yang menggunakan kain tenun lurik dari Jawa Tengah
     “Yang berbeda tahun ini, fashion show di LRT. Sekalian memasyarakatkan LRT, dan memberitahu masyarakat kalau ke Kelapa Gading dapat menggunakan LRT,” kata Cut Meuthia, Deputi Chairman JFFF.
    “Awal kolaborasi  dengan Cita Tenun sudah 6 tahun. Kerjasama dengan CTI karena dalam peragaan JF3 banyak menggunakan kain tenun,” kata Cut Meuthia menambahkan.
     “Setiap tahun, CTI mengangkat tema Jalinan Lungsi Pakan. Nama tersebut mempresentasikan karya dari benang lungsi dan benang pakan, yang menjadi kain yang cantik,” kata Okke Rajasa, Ketua Umum Cita Tenun Indonesia.
Eridani
     Mengambil tema Selayang, Eridani mengolah kain dari Sulawesi Tenggara, kainnya dengan corak yang berbeda. Koleksi dihadirkan dengan kain-kain yang menyiratkan kesederhanaan dalam tone warna yang bersahaja, seakan berada ditengah hamparan yang hangat, teduh, dan berangin.
     Desain yang ditampilkan oleh Eridani mengedepankan koleksi resort wear dengan cutting yang lebar dengan aksen warna terang.
Didi Budiardjo
     Didi kali ini mengolah kain tenun Tidore. Kain tenun yang ditampilkan oleh Didi ini didominasi dengan warna hitam dengan motif tenunan abu-abu tua.
     Koleksi yang tampil dipadankan dengan aksesoris koleksi Rinaldy A. Yunardi yang bertemakan tanah air.
Yogie Pratama
   Dengan judul koleksi Break – Throughdition, Yogie  mengangkat keindahan kain tenun Sambas. Dalam desain yang ditampilkan terlihat shape pada bagian kanan dan kiri busana tidak sama.
     Selain itu, koleksi hadir dengan membawa gagasan baru dan ide baru bahwa kain tradisional dapat menjadi trendy dan modern. Koleksi yang ditampilkan terlihat cocok digunakan oleh wanita yang percaya diri, berani, dan seksi.
Enrico Marsall
    Enrico mengambil tema Petrichor yang terinspirasi dari kain tenun lurik dari Jawa Tengah.
     Dalam koleksi yang ditampilkan, Enrico menawarkan cara baru dalam melihat kain tradisional, terutama lurik. Koleksi di hadirkan dalam desain yang biasa digunakan oleh masyarakat sehari-hari.
     Dengan gaya yang santai, koleksi tidak memberikan kesan berat bagi si pemakai.
Koko Rudi
       Dengan brand Koyko, Koko Rudi menampilkan koleksi yang terbuat dari kain tenun Endek Bali. Terinspirasi dari sosok wanita yang feminin, stylist, dan strong. Dalam karya yang ditampilkan juga terinspirasi budaya Bali, Jawa, dan NTT.
     Terlihat detail etnik berupa tembaga hadir dalam koleksi yang ditampilkan. Permainan padu padan terlihat cantik karena juga menghadirkan beberapa kain tenun dengan warna dasar yang berbeda.
“Suatu kehormatan juga diajak JF3, berkomitmen bersama – sama membangun industri kreatif,” ujar Okke menambahkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here