Bisnis Feminin Dominasi Pengiriman JNE

0

Kaum wanita modern beserta kebutuhannya tak bisa disepelekan lagi keberadaannya. Ini tampak dalam perputaran barang di tempat-tempat jasa pengiriman.

Barang-barang yang bersifat feminitas memang kecil-kecil hingga terkategori banyak. Sebut saja busana, alat kecantikan, makanan, aksesori wanita, peralatan bayi, seperti diapers, gendongan bayi, tas wanita, dan sebagainya.

Data itu setidaknya diungkap oleh pemilik Gerai JNE Letjen Soeprapto, Tanah Tinggi, Jakarta, Zakariyyah Effendy. “Rata-rata items barang berkait wanita, yang bisa mencakup 60-70 persen, sisanya logistik lain,” ujarnya.

Lelaki lulusan Sejarah, UGM ini menyebut barang ini berupa pakaian wanita, aksesori hape, jilbab, jam, kacamata, hairclip (jepit rambut), tas, dompet kain pel, payung, diapers.

Hal yang hampir sama disampaikan oleh Amelia Puspasari, operator gerai JNE Margahayu, Bandung. Wanita yang diberi kepercayaan oleh bosnya, Erwin Budiman, untuk menangani gerainya ini menyatakan, pengiriman barang-barang berkait wanita melebihi 50 persen.

“Pengiriman di kami rata-rata online shop. Yang dikirim, sepatu sebesar 30 persen, pakaian 30 persen, makanan 20 persen, kosmetik dan perlengkapan bayi 10 persen,” urai Amelia.

Keduanya merupakan representasi gerai JNE yang relatif prospektif dalam hal besarnya pengiriman paket. JNE Letjen Soeprapto di bawah kendali Fendi, demikian ia akrab disapa, mengirim lebih dari 60 ribu paket per bulan. Hingga Fendi pada tahun ini diganjar hadiah traveling ke Turki oleh Kantor JNE Pusat berkat prestasinya.

Sementara gerai Amelia berkategori menengah. Pelanggan gerai JNE yang ditangani Amelia merupakan perusahaan di sekitar wilayahnya ataupun dari customer rutin yang sering dia jemput. Minimal pick up 5 paket.

“Rata-rata per hari ada 300 paket saat low season dan 700 paket saat high season,” tegas penanggung jawab dengan 6 karyawan ini. Artinya, gerai Margahayu Amel mendapat porsi 7500 hingga 17.500 paket per bulan.

Sebagai payung dari perusahaan jasa logistik, JNE menerapkan kendali mutu pada agen-agennya di seluruh Indonesia, seperti kursus singkat administrasi berbasis digital, pola marketing menarik calon pelanggan, gathering secara periodik untuk memotivasi dan mengevaluasi kinerja agen, hadiah bagi agen berprestasi, dan sebagainya.

Baik gerai JNE Fendi yang berkaryawan 21 ataupun Amel yang berkekuatan 6 karyawan ini telah menerapkan gaji UMR setempat dan jaminan kesehatan BPJS.

Bisnis feminin merupakan kekuatan berdasarkan pelayanan pribadi, berorientasi kebutuhan pelanggan, dan kesetiaan. JNE telah bepartisipasi untuk menginisiasi, mengembangkan, dan memfasilitasi lalu lintas saling mempertukarkan barang antarwarga dan kaum wanita Indonesia.

Pemberdayaan sekaligus pemenuhan kebutuhan wanita ini tentunya suatu penghormatan kepada kaum wanita itu sendiri. Wakhid Nur E

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here