Cross Border Lia Mustafa di Asean Week 2019, Seoul

0

Pada 15 Juni 2019, auditorium Seoul Plaza, Korea Selatan, menjadi panggung perhelatan busana Asean Week 2019, dengan pesertanya adalah para desainer negara-negara Asia Tenggara. Kali ini, Indonesia diwakili oleh desainer senior yang berkarya dari Jogja, yakni Lia Mustafa.

Tetap dengan gayanya yang ringan dan kasual, namun desain Lia memperlihatkan sisi edgy-nya karena teraan inovasinya dalam warna, jenis dan model kain, juga aksesori perak legendaris-eksklusif asal Kotagede.

Dalam inspirasi cross border, Lia memanfaatkan kekayaan lokal Jogja dan Jawa Tengahnya untuk pementasan antarbangsanya ini. Ia memadankan tenun lurik kontemporer dengan rajut bermotif lurik dan kawung. Motif kawung yang umumnya berasal dari batik, oleh desainer kelahiran Bandung itu diolah dengan mesin rajut dalam gaya sporty-kasual.

Motif lurik dan kawung ini mempunyai filosofi; Motif lurik bermakna kesederhanaan dan pengabdian, sedangkan motif kawung bermakna kebaikan hati kita yang tidak perlu diketahui orang lain.

Corak busana atasan dan bawahan yang sudah sarat dengan eklektisisme kain tradisional dengan model cutting kontemporer, dikomplemen lagi dengan sarung yang diolah menjadi kekinian dan edgy. Bagi khalayak Korea, sarung tentunya sesuatu yang baru.

Perkenalan ini akan bisa berlanjut bila pementasan desainer asal Indonesia hadir secara kontinu, sarung bisa saja nginternasional, sebagaimana jas ataupun dasi.

Satu hal lagi Lia perkenalkan, yakni “daun perak” dari Borobudur Silver, Kotagede, diterakan sebagai aksesori. Warna silvernya sanggup menjadi aksentuasi atas busana etnis ini. Desain yang dinamis dan enerjik ini diharapkan bisa diminati kaum muda milenial. Tetap fashionable dan kekinian, namun tidak pula meninggalkan akar budaya.

W/H; Foto: Ist.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here