Dari Saling Beli hingga Penguatan Kapasitas Diri

0

Jakarta – Rakerda DPD IWAPI IV DKI Jakarta baru saja usai pada Kamis sore, 7 September 2017, dengan tekad melaksanakan segenap program kerja maupun penambahan keterampilan diri.

Mengenakan seragam batik berlatar putih dengan tebaran motif biru merata, Tatyana Sutara, SE M.Si, juga bersepatu putih dengan kalung mutiara yang menggantung panjang di leher. “Kalung mutiara dan sepatu ini juga dari hasil produksi kawan-kawan UMKM. Jadi, diusahakan agar bila kita musyawarah, dari nasional hingga daerah, kami harus mengenakan perlengkapan atau aksesori dari produksi anggota IWAPI,” ujar Ketua DPW IWAPI DKI Jakarta ini.

Dengan adanya saling beli ini, diharapkan setiap anggota IWAPI mengapreasi dan memperkuat pola pemasaran dan iklan berjalan dari rekan kerja rekan bisnisnya. Namun setiap peserta IWAPI tetap diwajibkan untuk memperkuat kapasitas diri maupun produknya, sehingga mereka bisa survive di dunia bisnis yang ramai dengan persaingan ini.

Karena itulah, sebagai ketua DPW IWAPI, Tatyana memprogramkan goes digital, dalam kepengurusannya. Baginya, digitalisasi adalah jawaban jitu bagi pola marketing yang efektif, efisien, murah, dan berdaya jangkau global. Ia ingin para anggotanya melek digital, baik dalam urusan adminitrasi maupun dalam pola bisnis para anggotanya. “Setelah ini, kami akan adakan kursus pengisian pajak secara online,” kata Presiden PT Srikandi Sukses Lestari ini.

 

Tatyana pun menginisiasi pada para anggotanya untuk mengintegrasikan barang-barang produksi anggota IWAPI DKI pada OBOR. One Belt One Road (OBOR) yang diinisiasi Tiongkok itu merupakan konsep jalan sutra yang akan membawa masuk atau keluar barang-barang dari pelabuhan-pelabuhan di berbagai negara Asia, Afrika hingga kota-kota di sekeliling Laut Mediterania.

“Karena itulah, jalan sudah dibuka, tinggal kita para pengusaha IWAPI ini bisa memanfaatkan semaksimal mungkin. Kalau tidak, kita hanya akan menjadi pengimpor dan pembeli barang-barang dari luar. Harus kita ubah, dengan OBOR, barang-barang produksi kita harus kta angkut dan pasarkan ke luar negeri,” urai Tatyana.

Sinergi antara pemerintah, pengusaha, e-comerce, toko-toko retailer, diharapkan mampu mengoptimalisasi pemasaran produk-produk IWAPI. Kami ini anggotanya dari pengusaha bahan kerajinan (sepatu, tas, aksesori), kecantikan, kuliner, dan sebagainya. Ini coba kami dorong agar turut meningkatkan devisa bagi negara, pungkasnya.

Teks : Wakhid Nur E

SHARE
Previous articleKeindahan Angkasa
Next article70 tahun Wrangler

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here