Eklektika Anggie Persatukan Kain Nusantara

0

Misi untuk memberdayakan para perajin kain tradisional, membuat Anggie Rachmat menampilkan aneka bahan kain tradisional di pentas Jogja Fashion Week 2018.

Ada kesan ramai saat aneka kain dibawakan dalam parade busana Anggie Rachmat. Ini tiada terlepas dari kepindahan sang desainer mengikuti tour of duty sang suami yang seorang perwira polisi. Alhasil, di mana sang suami ditugaskan, dirinya selaku seorang desainer selalu mencari kain khas tempatan.

Anggie yakin bahwa wastra nusantara merupakan kreasi anak bangsa yang wajib disantuni dan dikembangkan. Ia pun senantiasa membuat garis rancangan agar kain tradisional tersebut compatible dengan selera kontemporer.

Alhasil, kain tradisional yang biasanya dikenakan hanya saat peristiwa tertentu, seperti upacara adat atau pernikahan, oleh Anggie ditransformasikan menjadi jenis busana kasual, yang pas untuk berbagai kalangan dan aneka kesempatan.

Seperti di pentas busana JFW 2018 ini, di mana Anggie mementaskannya pada hari ketiga, 23 November 2018 di Main Hall Atrium Hartono Mall, Jogja, ia memasukkan aneka jenis wastra nusantara itu.

Pada busana atasan, bisa tampil inner berupa kain modern, yang dipadu dengan outer berupa tapis lampung, dan lurik serta batik yang dipotong secara asimetris dan bernuansa tabrak lari. Beberapa modelnya pun ada yang membawa kreasi tas binaan Bhayangkari Lampung.

Busana yang sangat eklektik ini tampaknya memperlihatkan eksplorasi Anggie yang memedulikan wastra nusantara. Seolah, ia ingin mengekspresikan, bahwa kesatuan nusantara pun, bisa diharmoniskan dan diselaraskan lewat kreasi busananya. W/H; Foto: Edi Bogel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here