Hari Batik Nasional Dirayakan di Solo

0
     Batik sampai saat ini masih berjaya, walaupun banyak juga yang beredar kain motif batik pabrikan.
     Yayasan Batik Indonesia (YBI) bersama Kementerian Perindustrian dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia terus mendorong masyarakat untuk menggunakan batik tulis, batik cap, atau kombinasi keduanya.
     Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengakui, harga batik tulis masih tergolong tinggi sehingga tak.jarang kaum muda memilih kain printing motif batik dengan harga jauh lebih murah. “Namun batik tulis harus dilindungi dengan membanjirnya kain printing motif batik di pasaran dengan harga murah,” ujar Triawan Munaf di sela-sela temu media menjelang Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, Selasa (17/9).
     Triawan menambahkan, batik mencakup batik tulis dan batik cetak. “Kalau printing itu bukan batik. Membanjirnya kain batik motif printing ini memukul industri batik nasional,” ujarnya.
     Triawan menyebut subsektor fashion menyumbang lebih dari Rp20 triliun pendapatan negara. Maka jika sektor fashion terganggu oleh kain impor motif batik murah, tentu memukul para perajin batik. Untuk mengatasi hal ini, Bekraf bekerja sama dengan para perajin dan desainer untuk membuat batik Streetwear atau Daily Wear yang lebih bisa terjangkau oleh milenial. “Kami juga usahakan juga mempersingkat rantai penjualan kain batik agar harga yang dijual bisa terjangkau,” katanya.
Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum menegaskan bahwa standar nasional batik yang dikeluarkan pemerintah Indonesia adalah batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi tulis dan cap. “Kalau tekstil bermotif batik, itu bukan batik,” kata Ratna.
     “Sayangnya, dalam Permendag no 64/2017, pemerintah belum mengatur soal tekstil bermotif batik. Mungkin ke depan perlu dibuat peraturan yang baru untuk melindungi batik nasional,” kata Ratna.
     “Perayaan Hari Batik Nasional 2019 ini adalah yang ke-10 tahun batik diakui oleh Unesco sebagai warisan dunia tak benda asal Indonesia. Alhamdulillah batik semakin disukai masyarakat Indonesia, tua dan muda memakai batik, baik kesempatan formal maupun santai. Namun kami terus mengedukasi agar masyarakat menggunakan batik tulis atau cap atau kombinasi,” kata Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia, Jultin Ginandjar Kartasasmita.
     Jultin juga mengungkapkan, YBI terus melakukan pembinaan dan pelatihan bagi perajin batik. “Bekerja sama dengan sejumlah pihak, kami melakukan pembinaan dan pelatihan, misalnya motif dan warna apa sajakah yang disukai pasar. Kami juga memberikan bantuan modal bergulir kepada perajin batik di pelosok-pelosok daerah,” kata Jultin. Perayaan Hari Batik Nasional, tambah ketua panitia Perayaan Hari Batik Nasional 2019 Diana Santosa, akan digelar di dua tempat. “Di Jakarta akan digelar pameran di Plaza Kementerian Perindustrian pada 24-27 September 2019 dan di Solo. Pameran akan menghadirkan batik tulis dan cap atau kombinasi dengan harga terjangkau masyarakat,” ujar Diana Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here