Jubelium 50 tahun SRITEX, Bertarung di Pasar Global

0

IMG_7736

Solo – 16 Agustus 1966 adalah hari istimewa bagi Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), saat dikenangnya usaha rintisan keluarga Haji Muhammad Lukminto, hingga mereka kini menjadi raksasa industri pertekstilan Tanah Air.

Pagi hari lewat jendela kaca bus yang membawa kami, membelah kawasan persawahan, ribuan tenaga kerja berbaris menuju ke area pabrik Sritex, Sukoharjo, Jateng. Ada keharuan tertentu, karena betapa industri ini telah menyelamatkan puluhan ribu tenaga produktif bangsa sehingga tenaga maupun energinya tak sia-sia karena tak melakukan apa-apa.

 

IMG_7399

Ribuan karyawan berseragam khas Sritex maupun para manajernya ini hampir berbaris menuju unit kerja masing-masing. Namun kali ini mereka tak memadukan energinya untuk mengolah serat katun, rayon, polyester, lalu garmen (pakaian jadi), melainkan membentuk kesatuan-kesatuan di jalan utama pabrik yang membentang lurus. Mereka akan melakukan upacara HUT RI ke-71, sebagai upaya peneguhan kembali rasa kecintaan civitas pabrik kepada bangsa-negara Indonesia maupun menyegarkan visi-misi keandalan tempat kerjanya.

Hadirin maupun tamu undangan pun larut dalam upacara yang sakral, yang oleh Sritex dimaksudkan sebagai acara puncak dalam memperingati 50 tahun Sritex dengan tagline “SRITEX; Karya Indonesia untuk Dunia”.

IMG_7736

Semalam sebelum upacara, dilakukan “malam Syukuran” yang diadakan di Diamond Convention Center (DSCC), dengan mengundang berbagai lapisan masyarakat. Selain dihadiri oleh keluarga besar H.M. Lukminto, turut hadir pula Presiden RI ke-6, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri, juga Ibu Sujiatmi Notomihardjo, ibunda Presiden Joko Widodo.

Menghadirkan MC kondang Choky Sitohang, stand up comedy Cak Lontong, penyanyi Rossa, serta desainer Anne Avantie, Rinaldy A. Yunardi, Populo Batik, William Utama, acara juga memaparkan perjalanan Sritex dari awalnya hingga sampai Jubelium ke-50 ini. Dengan dukungan layar lebar LCD besar serta penataan panggung yang memadai, serta koreografi tari yang apik, acara malam itu mampu menghadirkan sisi emosional maupun sisi profesional kiprah Sritex.

IMG_6498

Besarnya Sritex, sebagaimana diutarakan oleh sambutan Presiden Direkturnya, Iwan Setiawan Lukminto, tak lepas dari visi dan wejangan yang diberikan oleh sang pendiri, H.M. Lukminto. Salah satunya adalah sifat “chengli”, istilah Tionghoa yang berarti “fair, adil, jujur”. Dipadu dengan modal kegigihan, keuletan, kedisiplinan, semangat dan totalitas, akhirnya tantangan dan kesulitan berhasil dilampaui, lalu dibesarkan oleh para putranya.

Kini, Sritex yang berawal dari kios kecil di Pasar Klewer pada tahun 60-an, telah menjadi industri tekstil nasional yang besar dan penting, bahkan terbesar di Asia Tenggara. Sasaran ekspornya pun telah menembus kawasan Asia, Eropa, dan Amerika. Selamat berjubelium, dan terus berkarya untuk bangsa. (Wakhid)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here