Love & O2: Eco-Fashion dalam Derap BFT 2018

0

Ada yang unik-inovatif bagi peragaan Love & O2. Di BFT 2018 ini, sang desainer menghadiahkan kepada pengunjung tas yang berisi benih tetumbuhan.

Pada November 2016 lalu merupakan ikrar Love & O2 yang dikelola oleh Delia von Rueti untuk memadukan fashion dengan isu lingkungan hidup. Perempuan asal Pematang Siantar, Sumatera Utara ini menggagas berdirinya taman hutan hujan tropis dengan mendonasikan lahan pribadinya seluas 2500 ha.

Baginya, ibu bumi atau mother earth telah lama menderita, dieksploitasi secara besar-besaran pada sumber mineral, air, hutan maupun daratan lainnya tanpa perlindungan. Ketamakan manusia harus dihentikan dan upaya peremajaan dan pelestarian harus dilakukan.

Delia berharap, adanya hutan hujan tropis merupakan keharusan bagi upaya pelestarian endemik tetumbuhan lokal maupun diversifikasi flora, serta area yang akan menampung aneka fauna.

Salah satu penyadaran bagi cinta hutan dan udara bersih ini dengan memproduksi T-shirt, yang hasil penjualannya akan didonasikan untuk taman hutan mininya yang berada di Kalimantan Tengah.

Ke Bali Membawa Cinta

Kini, satu setengah tahun kemudian, Delia bersama putrinya, Sarah vo Rueti, memperlihatkan konsistensi pejuangan lingkungannya dengan memeragakan aneka kaus di panggung busana Bali Fashion Trend 2018 Look to the East.

Untuk sejenak, panggung di TS Suites, Seminyak, Bali, pada Minggu petang, 13 Mei ini pun diisi oleh para model yang berkaus. Pada visual kaus terpapar hutan atau aneka satwa, yang menjadi perhatian Love & O2. Mungkin tiada pesan sejelas ini, karena visualnya  bukanlah busana yang memadukan efek warna atau teknik cutting, yang diberi detail komplementer. Kegamblangan makin dijelaskan dengan visual  footage video dan musik.

Eco-Fashion kini telah semakin merasuk dalam panggung busana. Sebuah lompatan positif. Rasa cinta kepada ibu bumi perlu pembuktian. Panggung peragaan bagi Delia maupun Sarah von Rueti hanya semacam humas, karena di belakangnya, mereka tengah mengembangkan ekonomi berkelanjutan (sustainable economics). HR&WH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here