Nostalgia Majalah Dinding

0
Bagi Anda yang tumbuh besar di era tahun 70-an, 80-an, 90-an, hingga awal tahun 2000 tentu akrab dengan Mading atau Majalah Dinding.
Bisa jadi, Anda bahkan turut aktif menjadi salah satu anggota panitia Mading sekolah yang perlu diperbaharui setiap dua minggu sekali atau sebulan sekali.
Mading merupakan salah satu jenis media komunikasi massa tulis yang paling sederhana. Disebut sebagai Majalah Dinding karena prinsip dasar majalah terasa dominan di dalamnya. Biasanya diletakkan pada dinding suatu sekolah dan sejenisnya.
Biasanya ukuran Mading relatif besar yaitu 120 x 260 cm atau disesuaikan dengan kebutuhan suatu sekolah. Semakin besar suatu Mading, berarti semakin banyak berita, cerita, dan kreativitas yang dituangkan oleh siswa di dalamnya. Nuansa edukasi tentu terasa sangat kental pada Mading. Semakin kaya isi dari sebuah Mading, artinya akan semakin menarik Mading tersebut.
Mading yang dikelola oleh beberapa kelompok siswa serta guru sekolah bertujuan sebagai fasilitas kegiatan siswa yang memiliki berbagai fungsi yaitu informatif, komunikatif, rekratif, dan kreatif.
Sebagai fungsi informatif, Mading dapat menjadi media yang menginformasikan berbagai kegiatan sekolah yang sedang atau akan dilakukan. Informasi ini tentu dapat bersifat ajakan bagi seluruh siswa sekolah.
Mading juga dapat berperan sebagai sarana komunikasi dalam bentuk tertulis antarpihak dalam suatu lingkup tertentu. Di sekolah, mading dapat menjadi media komunikasi yang praktis bagi siswa dan antar siswa.
Dengan adanya mading, informasi dapat disampaikan dengan mudah, praktis, dan menarik. Hal ini tentu membuat siswa aktif untuk mengolah konten, menulis, dan berbagi ide menarik lainnya. Akan menjadi suatu kebanggaan besar jika karya seorang siswa dipampang dalam mading dan dibaca oleh siswa lainnya.
Dunia akan menjadi lebih luas ketika kita senang membaca. Najwa Shihab, seorang Duta Baca Indonesia pernah menyatakan bahwa membaca ialah upaya merengkuh makna, ikhtiar untuk memahami alam semesta. Itulah mengapa buku disebut jendela dunia, yang merangsang pikiran agar terus terbuka.
Itulah sebabnya kegemaran membaca sebaiknya terus ditanamkan. Mading dapat menjadi salah satu sarana untuk meraih hal tersebut.
(foto:google.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here