Songket Palembang dalam Pesona The Jewel of Sriwijaya Kingdom

0

Seorang putri asal Bumi Shriwijaya tengah mengkreasikan model busananya dengan songket, kain leluhurnya yang berbilang abad telah melintasi masa.

Oleh desainer lulusan Sugino Dressmaking College ini, songket yang biasanya berat serta sarat pakem adat palembang, kembali dimunculkan dengan citra ringan serta pemanfaatan warna-warna yang lembut.

Nila Baharuddin memang lama di luar negeri, dan berkarier hampir selama 25 tahun dalam dunia olah busana maupun visual merchandiser. Dengan bekalnya selama 18 tahun di Tokyo, Jepang, dan 7 tahun di Seatlle, AS, kini Nila coba memantapkan jaring bisnisnya di Tanah Air.

Pendiri dan desainer Kenez Cute & Gallery 2006 dan sekarang sebagai desainer label produk ready to wear Putri Ayu 2013 ini tengah mempersiapkan pentas busananya di London Fashion Week 2019.

Nila mengeksplorasi songket Palembang yang berbahan dasar warna alam. Ia pun nantinya akan memadukan dengan kain jumputan (tye-die) sebagai komplemen. Bagi Nila, bahan pewarna alam yang mudah diperoleh di Sumatera Selatan tersebut juga merupakan upaya pertanggungjawaban lingkungan dan sosial.

Semangat go green, environmental-conservation product, yang tidak merusak ekosistem tanah maupun sungai yang melewati daerah Palembang, yang dipadu dengan desain presisi akademik, tentunya akan menjanjikan sebuah pementasan keindahan desain dan narasi kultural sebuah negeri.

Tak salah bila Nila Baharuddin mengusung tema “Jewel of Sriwijaya Kingdom” yang kuat ini menuju pertemuan antar-bangsa di London Fashion Week 2019. Koleksi yang terdiri dari 20 busana ini siap menyajikan kekayaan ragam yang dahulu tertebar dalam era kejayaan Sriwijaya masa silam. Teks dan Foto: Harmen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here